2014/08/01

Life is suck #5

I don't have anyone. I don't have a place to share. I don't have someone to lean. My best friend, she has a hard time right now so it's impossible for me to tell her. I don't want to cause her any trouble... My family... I don't know anymore. There's no hope. My uncle? My aunt? They all have their own matter. I don't know where to go. I don't know what to do... I'm so clueless. I'm so lonely. So many things happened. So many bad things happened. Too many holes, flaws... Life is too suck!

Life is suck #4

Do you ever feel to scream out loud??? Feel so sick inside but you can not do anything?? Feeling hurt, but you couldn't feel anything at all?? Like you are numb??? Feel angry but can not express it well? Being youngest is really suck. No.. Have this kind of life is really suck. Asshole

Life is suck #3

There's a quote 'Like Mom, Like Daughter'. I dunno the truth, but surely i don't want look like her. Honestly, i don't want to be her child. Ever. Maybe being an orphan sounds better, or living on the streets or become a bitch. I stay here, just because i need her money for my education. After that, maybe i'm gonna leave this hell and seeking a heaven.

Life is suck #2

We live together. You as mom and we as daughters. Not you as a boss and we as slaves. I don't mean to ignore her but i just wish she is not annoying.

2014/07/31

Life is suck #1

Take a deep breath, it's just a bad day not a bad life. I've heard that quote before. I wish that was true. I've thought, that it would be nice, if kids, can choose their own parents. I was live in a dreamland for almost 20 years. I was dreaming this thing and that thing. Wish that i can share my problem with someone that called 'Mom'. Wish that i can tell her what i feel. Wish i'm so comfort with her around me. Wish i could spend all my time with her. Wish she could see me growing up like what she wanted. But it's only a dream that won't come true. Because, the one who raise me up, is my babysitter, and i think she is the one who knew me so well than my mom. With mom, i feel so insecure, worry, and feel like i'm getting sick with her around me. I just don't want to see her. Just look at her, make me so mad, angry, frustrated. Because of what? Because she is so self-centered. She didn't understand... She won't understand other's people pain. She IS just thinking about her pain. Her feel. Is it her the one who can sad if have a problem? Angry if someone annoyed her? Frustrated if you can't settle anything? So can't I? I wish i could runaway. To any places that accept me. Acknowledge me as human. Because i have a feeling too. And i kinda sick with her attitude. So is it okay if i get angry? The answer is no. Becauae she wont understand it. She will just thinking that she is right and i am always wrong. I thought that what will happen if me and my sister are gone. Leave her alone. And no one be by her side till her die.

2014/01/11

Koperasi

Judul : Analisis Harga Pasar Pada Koperasi

KOPERASI  DALAM  PERSAINGAN PASAR SEMPURNA

1.       Hakikat Persaingan Sempurna
Persaingan sempurna adalah struktur pasar yang paling banyak digunakan oleh ahli ekonomi. Model persaingannya merupakan dasar analisis dan riset terapan yang luas. Dalam konteks ekonomi pasar koperasi sebagai asosiasi perorangan harus dilihat sebagai organisasi atau metode menjalankan usaha untuk melakukan kerjasama pasar dan anggotanya sebagai pelaku ekonomi.
Karakteristik model pasar persaingan sempurna, sebagai berikut:
2.       Jumlah pembeli dan penjual yang  besar/banyak.
Jumlah yang besar merupakan gambaran struktural dasar pasar persaingan sempurna. “Besar” disini, tidak mengacu pada jumlah tertentu. Akan tetapi harus ada cukup perusahaan, sehingga masing-masing perusahaan, sebesar apa pun hanya memasok atau menyediakan sebagian kecil dari jumlah keseluruhan yang mempengaruhi pasar. akibatnya, tingkat produksi perusahaan (kapasitas penuh atau tidak berproduksi sama sekali), tidak akan berpengaruh besar pada harga pasar.
3.       Seluruh perusahaan menjual produk yang identik (homogenitas product)
Pembeli menganggap produk suatu perusahaan sama dengan produk perusahaan lainnya. Bagi pembeli, produk setiap perusahaan dipandang sebagai subsitusi yang sempurna bagi produk perusahaan manapun dipasar

Asumsi homogenitas produk, memiliki beberapa implikasi penting:
a)      Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk terlibat dalam pesaingan non harga  (melalui iklan dan bentuk-bentuk promosi penjualan lainnya). Karena produk-produknya identik, dan pembeli mengetahui hal itu, persaingan non harga tidak akan menambah keunggulan pasar bagi suatu perusahaan atas perusahaan lainnya.
b)      Asumsi banyak penjual dan homogenitas produk menyatakan secara tidak langsung bahwa masing-masing perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
4.       Perusahaan bebas keluar masuk pasar.
Tidak ada hambatan untuk masuk atau keluar dari pasar, baik dari perusahaan maupun sumber-sumber daya yang digunakannya. Karakteristik ini merupakan bagian dari struktur pasar. Walaupun untuk masuk atau keluar pasar mungkin memerlukan waktu, perusahaan – perusahaan pada struktur persaingan bebas memiliki kebebasan untuk memilihnya. Asumsinya ini dapat menjamin kinerja yang efisien dari perusahaan – perusahaan dalam pasar yang kompetitif. 
5.       Pengetahuan yang sempurna dari pembeli dan penjual.
Pembeli maupun penjual diasumsikan memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai kondisi pasar. informasi dapat diperoleh secara cuma-cuma.
Sangat sulit menemukan pasar yang memiliki pasar  yang memiliki struktur sangat sempurna, yang menunjukkan keempat karakteristik diatas. Sehingga  persaingan harga tidak cocok oleh para pelaku bisnis termasuk koperasi di pasar persaingan sempurna. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar maka koperasi harus mampu bersaing dalam hal biaya.

Keseimbangan (Ekuilibrium) Usaha Koperasi dalam Persaingan Sempurna

Tujuan-tujuan Usaha Koperasi
Ada lima aturan penetapan harga bagi koperasi : 
Memaksimalkan laba
Perusahaan berada dalam kondisi ekuilibrium ketika ia memaksimalkan laba yang didefinisikan sebagai perbedaan antara total cost (TC) dan total revenue (TR). Keadaan ini sama dengan aturan persamaan Marginal cost = Marginal Revenue (MR = MC)
Maksimisasi Output
Asumsi perilaku lainnya adalah maksimisasi output, dalam kondisi bahwa tidak akan ada kerugian yang diderita oleh koperasi. Kondisi akan terwujud jika average cost (AC) = average revenue (AR). Harganya menjadi   P = AC = AR.
Maksimisasi Average Cost
Ini merupakan tujuan koperasi untuk memberikan pelayanan kepada anggota dengan tingkat harga yang serendah-rendahnya.
Kompetitif Ekuilibrium
Koperasi berperilaku seperti halnya ia berada di dalam struktur pasar yang kompetitif. Dalam persaingan sempurna, ekuilibrium akan diperoleh jika MC = P = AC. Dalam solusi persaingan, koperasi akan meningkatkan produksinya sampai pertambahan biaya bagi pertmbahan unit produksinya (marginal cost) sama dengan harga yang dibayar oleh anggota.
Kondisi ini akan memuaskan bagi kondisi efisiensi terpenting dimana harga sama dengan marginal cost (MC). Pembeli dikenakan harga yang sama persis dengan biaya yang dikeluarkan untuk sumber daya dalam produksi pada unit produksi tambahan tersebut.  
Maksimisasi SHU/Dividend (Patronage Refund)
Jika koperasi bertujuan untuk memaksimumkan SHU yang dapat didistribusikan kepada anggotannya koperasi tersebut harus memproduksi output yang merupakan hasil terbesar dari perbedaan harga yang akan dibebankan dengan rata-rata biaya produksinya.
Kinerja Jangka Pendek Koperasi
Suatu koperasi yang menjual barang atau jasa secara seceran kepada anggotanya memasuki suatu pasar dengan struktur pasar persaingan. Jika koperasi itu ingin berhasil, maka ia harus memberikan paling sendikit manfaat yang sama dengan pasar bagi para anggotannya.
Dalam analisis kinerja komperatif jangka pendek koperasi dalam suatu pasar persaingan sempurna akan dibedakan kembali kasus-kasus kemampuan koperasi dengan tingkat yang sama, lebih rendah serta lebih tinggi.
Kinerja Jangka Panjang Koperasi
Dalam jangka panjang, koperasi hanya menggunakan faktor-faktor variabel produksi, maka ia dapat mengubah kapasitas produksinya, dalam analisis kerja komperatif jangka panjang koperasi dalam suatu pasar persaingan sempurna, akan dibedakan kembali kasus-kasus kemampuan koperasi dengan tingkat yang sama, lebih rendah serta lebih tinggi.
KINERJA KOPERASI DALAM PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA : MONOPOLI, OLIGOPOLI

Definisi Pasar Monopoli
Persaingan tidak sempurna memiliki karakteristik yang serupa dengan struktur pasar persaingan (terdapat banyak pembeli dan penjual) dengan perkecualiaan bahwa setiap pemasok juga “monopolis kecil” (Persaingan Monopolistik Kelompok Besar). Asumsi yang menjadi dasar dari model persaingan monopolistik, secara esensial sama dengan persaingan sempurna, kecuali dalam hal homogenetis produk.
Definisi  Pasar  Oligopoli
Persaingan di antara bebrapa anggota penjual (oligopoli) berbeda dari persaingan di antara banyak angota (persaingan sempurna dan tidak sempurna) karena telalu sedikitnya anggota, akan menghasilkan ketergantungan alam pengambilan keputusan. Jika seorang penjual mengurangi harga produknya, penjual lain akan segera kehilangan pangsa pasarnya bila tidak bertindak serupa. Untuk alasan ini, dalam pasar oligopoli sering di temukan kordinasi harga untuk mencegah perang harga yang merugikan maupun persaingan non-harga.Dalam struktur pasar yang ditandai oleh sedikitnya jumlah perusahaan, masing-masing oligopolis memformulasikan kebijakaanya dengan selalu memperhatikan pengaruhnya bagi para pesaing.
Persaingan Potensial dan Koperasi
Merangkum pembahasan monopoli dan oligopoli, terdapat beberapa hal penting:
Struktur pasar monopolistik dan oligopolistik membebankan  harga yang lebih tinggi dari biaya marginal, MC, yang dapat diartikan sebagai “kegagalan pasar” (market failure). Kegagalan pasar ini dapat diperbaiki dengan masuknya koperasi. Akan tetapi, sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya, ini adalah hal yang problematis.
Jika pelaku pasar dapat mewujudkan selisih positif dari pendapatan atas biaya, maka pada saat yang sama, peluang laba bagi pendatang baru pun akan tercipta.

 2.           Mengapa peluang laba pada pin di atas tidak dieksploitasi?
a.            Masuknya pesaing ke dalam pasar tidaklah bebas karena adanya hambatan-hambatan hukum, politik dan ekonomi (rent-seeking behaviour of political enterpreneurs). Kebijakan yang dapat mengatasi masalah ini bisa berupa perubahan atau penghapusan hak-hak hukum yang mendukung kekuatan monopoli.
b.            Terdapat kesenjangan  kemampuan antara pelaku pasar dengan pendatang baru. Kesenjangan ini mencegah pesaing masuk dan melakukan peniruan. Situasi ini sangat mirip dengan masalah”monopolis-inovator”. Menurut  Schumpter, biaya “sewa” (rent) monopoli dapat diinternalisasikan karena kemampuan inovasi, teknologi dan kewirausahaannya yang lebih tinggi.

c.             Biaya/hambatan masuk sangat tinggi. Bagian yang cukup besar dari perbedaan biaya ini adalah kemampuan kewirausahaan (enterppreneurial ability).

d.            Biaya transaksi untuk mengeksploitasi peluang laba, terlalu tinggi. Telah diasumsikan bahwa biaya transaksi nol. Tetapi jika biaya transaksi positif, maka serangkaian argumen baru bisa diterapkan.

3.            Perilaku oligopolis dan monopolis sangat tergantung pada biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke pasar. Jika biaya atau hambatan  masuk rendah, maka dalam jangka panjang, pasar oligopoli dan monopoli tidak akan menyimpang jauh dari pasar persaingan sempurna. Tekanan persaingan dari pendatang potensial merupakan hambatan besar atas perilaku perusahaan yang berada di pasar. Ketika masuk/keluar pasar adalah bebas (tak ada batasan secara hukum) dan biaya masuk/keluar rendah (tidah ada kesenjangan kemampuan antara perusahaan di dalam dan di luar pasar), maka oligopolis dan monopolis mungkin mampu mencegah masuknya pesaing. hal ini juga kan menghalangi masuknya koperasi.

4.            Mengingat relevansi teori kinerja structure-conduct, maka penentu perilaku perilaku struktur pasar menjadi kurang relevan dalam persaingan potensial. Faktor-faktor penting bagi masuknya koperasi dan keberhasilan pasar kurang berkaitan denga pangsa pasar maupun jumlah perusahaan, melainkan lebih berkaitan dengan biaya masuk dan faktor-faktor yang mempengaruhi keunggulan komparatif setelah masuknya perusahaan dalam pasar.

SKALA EKONOMI DAN PERBANDINGAN KINERJA EKONOMI

Masalah dan Arti Skala Ekonomi
Skala ekonomi dapat dianggap sebagai factor yang memungkinkan suatu perushaan untuk memproduksi output lebih banyak dengan biaya rata-rata lebih rendah. Skala ekonomi  lebih diartikan pada hubungan antara biaya rata-rata dengan skala output.